Fakta Kematian Alvaro Kiano yang di Culik oleh Ayah Tiri

Fakta Kematian Alvaro Kiano yang di Culik oleh Ayah Tiri

Fakta Kematian Alvaro Kiano yang di Culik oleh Ayah Tiri – Perkara kematian anak dengan nama Alvaro Kiano yang viral serta mendapat perhatian publik di media sosial. Ia tewas karena di bunuh oleh ayah tiri. Asumsi sementara, ayah tiri Alvaro Kiano yang tega menculik serta membunuh sang anak karena terbakar api cemburu terhadap sang istri yang di asumsikan selingkuh. Kabar kematian Alvaro Kiano terus bergerak karena pelaku yang merupakan ayah tirinya sudah di tahan pihak polisi.

Fakta yang jarang di ketahui Publik

1. Jasad almarhum di buang jauh dari lokasi di culik

Jenazah Alvaro yang masih berumur enam tahun di buang ayah tirinya, yakni Alex Iskandar jauh dari lokasi penculikan. Ayah menculikan anaknya itu di Maret 2025 kemarin di Pesanggarahan Jakarta Selatan. Teganya Alex membuang anaknya di Jembatan Cilalay, Jawa Barat di tanggal 9 Maret 2025. Ketika korban di bawa, di dalam kondisi menangis yang tidak berhenti, hingga di bekap sampai meninggal dunia.

Seusai korban meninggal, pelaku membungkus jasad pakai tas plastik dengan warna hitam, serta membuang di kawasan Tenjo, lebih tepanya di jembatan Cilalay, di tanggal 9 Maret 2025 di malam hari, atau tiga hari seusai di ketahui Alvaro Kiano hilang.

Baca juga : Sosok Rudolf Tobing yang di Beri Nama The Smiling Killer

2. Alvaro hilang di saat pamit ke Masjid

Perlu di ketahui, kalau Alvaro yang di nyatakan hilang serta meninggal, sebelumnya berpamitan kepada sang ibu untuk ke Masjid. Kabar ini di jelaskan pihak keluarga kepada media, awalnya Alvaro izin untuk melakukan Salat Maghrib di masjid dekat rumahnya di wilayah Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan itu di bulan puasa ramadhan. Merasa sang anak tidak ada kabar, Arumi sebagai ibu melapor ke Polisi. Sampai gambarannya dari tanggal 7 ke 9 sekitar 3 haro sang anak hilang.

3. Ayah tiri tewas

Kabar kematian ayah tiri Alvaro membuat kaget semua pihak. Pihak kepolisian juga masih menelusuri perkara ini. Sebagaimana di jelaskan Kepala Seksi Profesi serta Pengamanan Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Polisi Bayu Agung Ariyanto, kalau pihaknya sudah meminta penjelasan dua personil yang piket di saat itu. Di ketahui Alex meninggal karena bunuh diri di dalam ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan, bukan di dalam tahanan. Peristiwanya di minggu dini hari pada tanggal 23 November 2025.

Exit mobile version